MEMBENTUK TIM KESENIAN YANG SOLID
Tim kesenian akan solid bila memiliki personil yang mumpuni. Nah bagaimana mendapatkan personil mumpuni?
1. Secara tidak langsung pengurus dan anggot tim akan mengikuti pengaruh dan perkembangan dari ketua tim, demikian juga sebaliknya.
2. Sebuah tim terbentuk dari sengaja, ketidaksengajaan dan organisasi.
a. Sengaja; dalam suatu daerah yang keseniannya berkembang pesat akan mempengaruhi orang lain untuk membentuk tim kesenian dan ini tercetus dari ide-ide sekelompok orang. Biasanya sekelompok orang ini berisikan seniman-seniman yang tidak bergabung dengan tim kesenian manapun, lalu mereka berinisiatif membentuk tim. Hal ini dikarenakan hati mereka tergerak ingin menyalurkan keahiannya, ikut-ikutan sesama seniman, atau pernah mengalami kekecewaan pada tim kesenian yang pernah ia ikuti.
b. Ketidaksengajaan; biasanya tim ini terbentuk disaat seniman-seniman lagi ngopi diwarung kopi atau teman lama yang bertemu kembali kemudian mereka bercerita tentang perkembangan kesenian dilingkungannya kemudian tercetus ide membentuk tim kesenian.
c. Terbentuk karena pernah satu wadah organisasi.
3. Ketua atau pencetus awal tim ini biasanya adalah orang yang ahli dibidang seni budaya, ia yang sering ikut dalam tim-tim kesenian lain kemudian secara tidak langsung telah belajar management sanggar dan mengetahui cara mengumpulkan seniman-seniman yang pernah patah semangat dan generasi muda untuk bergabung. Kemudian ia diikuti oleh teman-temannya untuk membentuk tim kesenian sendiri.
Membentuk satu tim yang bagus tidak seperti membalikkan telapak tangan, tim ini dibentuk dengan teliti, dengan meneliti jati diri personil yang kuat, berkarakter, mampu melakukan gerakan-gerakan sulit, cepat mengerti maksud tujuan koreografer dan juga berpengalaman. Untuk mencari personil-personil ini membutuhkan waktu yang lama, namun dapat juga dengan cepat yaitu meminta kepada tim kesenian lain agar boleh meminjamkan kepada kita personil berbakatnya, dan siap membayar honorarium personil tersebut, tapi ini jarang terjadi, karena biasanya tim kesenian akan membentuk kepenariannya masing-masing.
MENDAPATKAN PENARI YANG BAGUS
Ada beberapa macam cara mendapatkan penari yang baik dan bagus;
1. Ketua/pengurus/koreografer tari pada awalnya biasanya hanya membutuhkan 1 atau 2 penari dan dari 2 penari inilah mereka akan mengajak teman-teman sekolahnya untuk ikut dalam tim kesenian, pada awalnya koreografer mengizinkan mereka mengajak sebanyak-banyaknya teman mereka, dan dari sinilah koreografer akan memilih penari-penari yang ia butuhkan dalam garapan tariannya. Tak jarang personil-personil baru itu adalah mantan penari dari sanggar-sanggar yang ada disekitar daerah itu juga. Demikian juga dengan komposer yang ingin mencari pemusik-pemusik yang pintar bermain alat musik yang ia kehendaki dari penari-penari tersebut agar mencari teman sekolah mereka yang pandai bermain musik.
2. Tidak jarang juga penari-penari dari tim lain yang sudah keluar dari tim tersebut pindah ke tim kesenian kita, ini karena ia mendengar cerita-cerita bagus tentang tim kesenian kita, untuk itulah dibutuhkannya ketua/pengurus/anggota tim yang ramah dan baik agar dinilai bagus oleh masyarakat luar.
3. Koreografer biasanya mencari penari-penari berwajah cantik, tinggi dan putih. Ini dilakukan koreografer agar tariannya lebih disukai masyarakat umum dan ini wajar dilakukan karena tiap tarian ciptakan harus memiliki nilai jual. Namun tidak semua koreografer berfikiran demikian, ada koreografer yang lebih memilih bakat atau keahlian penari walau pun penari itu sederhana dan ada kekurangan karena seorang koreografer harus bisa menciptakan tarian dari kondisi penari-penarinya.
4. Ada juga koreografer yang tidak memandang siapa penarinya mau bisa atau tidak bisa menari, tidak cantik, gemuk dan lainnya, koreografer ini akan berusaha sendiri berbulan-bulan untuk membentuk mereka menjadi penari handal, dan ini usahanya agar penarinya dapat menari seperti yang ia inginkan.
5. Ajang FLS2N juga menjadi tempat bagi para koreografer mencari bibit-bibit baru sebagai penari. Koreografer yang diminta sekolah untuk mengajar tarian pastinya menyeleksi anak-anak sekolah itu dengan demikian ia sekaligus mengajak penari tersebut untuk ikut dalam tim keseniannya.
LOYALITAS KETUA TIM
Tim kesenian yang bagus harus dipimpin oleh orang yang loyal terhadap timnya, baik, santun, sabar, jujur, adil dan bijaksana. Ketua it sangat penting perannya, karena kebanyakan tim kesenian memiliki ketua yang menguasai salah satu bidang seni seperti seorang koreografer, komposer, penata artistik, penata rias atau busana. Ia juga seorang yang dapat mengayomi timnya, sebagai pencetus ide-ide artinya ia yang mencari ide dan mengatur timnya agar solid. Ia memberikan tugas kepada individu-individu tim, memberikan kekuasaan pada individu ini untuk menjadi kepala bagian dalam tim, contohnya: apabila ketuanya seorang koreografer maka ia wajib mencari komposer untuk menciptakan musik pada tariannya, demikian juga jika ketuanya seorang komposer maka ia membutuhkan penata busana.
Jika komposer menjadi kepala bagian dalam tim, maka perannya sangat penting dalam satu garapan pertunjukan, demikian juga penata artistik, penata rias dan busana. Masing-masing kepala bagian ini pula yang mencari generasi-generasi muda berbakat dibidangnya untuk dijadikannya personil tim, namun mereka juga harus meminta pertimbangan dari ketua, jika ketua setuju maka personil itu pun menjadi bagian dari tim.
1. Secara tidak langsung pengurus dan anggot tim akan mengikuti pengaruh dan perkembangan dari ketua tim, demikian juga sebaliknya.
2. Sebuah tim terbentuk dari sengaja, ketidaksengajaan dan organisasi.
a. Sengaja; dalam suatu daerah yang keseniannya berkembang pesat akan mempengaruhi orang lain untuk membentuk tim kesenian dan ini tercetus dari ide-ide sekelompok orang. Biasanya sekelompok orang ini berisikan seniman-seniman yang tidak bergabung dengan tim kesenian manapun, lalu mereka berinisiatif membentuk tim. Hal ini dikarenakan hati mereka tergerak ingin menyalurkan keahiannya, ikut-ikutan sesama seniman, atau pernah mengalami kekecewaan pada tim kesenian yang pernah ia ikuti.
b. Ketidaksengajaan; biasanya tim ini terbentuk disaat seniman-seniman lagi ngopi diwarung kopi atau teman lama yang bertemu kembali kemudian mereka bercerita tentang perkembangan kesenian dilingkungannya kemudian tercetus ide membentuk tim kesenian.
c. Terbentuk karena pernah satu wadah organisasi.
3. Ketua atau pencetus awal tim ini biasanya adalah orang yang ahli dibidang seni budaya, ia yang sering ikut dalam tim-tim kesenian lain kemudian secara tidak langsung telah belajar management sanggar dan mengetahui cara mengumpulkan seniman-seniman yang pernah patah semangat dan generasi muda untuk bergabung. Kemudian ia diikuti oleh teman-temannya untuk membentuk tim kesenian sendiri.
Membentuk satu tim yang bagus tidak seperti membalikkan telapak tangan, tim ini dibentuk dengan teliti, dengan meneliti jati diri personil yang kuat, berkarakter, mampu melakukan gerakan-gerakan sulit, cepat mengerti maksud tujuan koreografer dan juga berpengalaman. Untuk mencari personil-personil ini membutuhkan waktu yang lama, namun dapat juga dengan cepat yaitu meminta kepada tim kesenian lain agar boleh meminjamkan kepada kita personil berbakatnya, dan siap membayar honorarium personil tersebut, tapi ini jarang terjadi, karena biasanya tim kesenian akan membentuk kepenariannya masing-masing.
MENDAPATKAN PENARI YANG BAGUS
Ada beberapa macam cara mendapatkan penari yang baik dan bagus;
1. Ketua/pengurus/koreografer tari pada awalnya biasanya hanya membutuhkan 1 atau 2 penari dan dari 2 penari inilah mereka akan mengajak teman-teman sekolahnya untuk ikut dalam tim kesenian, pada awalnya koreografer mengizinkan mereka mengajak sebanyak-banyaknya teman mereka, dan dari sinilah koreografer akan memilih penari-penari yang ia butuhkan dalam garapan tariannya. Tak jarang personil-personil baru itu adalah mantan penari dari sanggar-sanggar yang ada disekitar daerah itu juga. Demikian juga dengan komposer yang ingin mencari pemusik-pemusik yang pintar bermain alat musik yang ia kehendaki dari penari-penari tersebut agar mencari teman sekolah mereka yang pandai bermain musik.
2. Tidak jarang juga penari-penari dari tim lain yang sudah keluar dari tim tersebut pindah ke tim kesenian kita, ini karena ia mendengar cerita-cerita bagus tentang tim kesenian kita, untuk itulah dibutuhkannya ketua/pengurus/anggota tim yang ramah dan baik agar dinilai bagus oleh masyarakat luar.
3. Koreografer biasanya mencari penari-penari berwajah cantik, tinggi dan putih. Ini dilakukan koreografer agar tariannya lebih disukai masyarakat umum dan ini wajar dilakukan karena tiap tarian ciptakan harus memiliki nilai jual. Namun tidak semua koreografer berfikiran demikian, ada koreografer yang lebih memilih bakat atau keahlian penari walau pun penari itu sederhana dan ada kekurangan karena seorang koreografer harus bisa menciptakan tarian dari kondisi penari-penarinya.
4. Ada juga koreografer yang tidak memandang siapa penarinya mau bisa atau tidak bisa menari, tidak cantik, gemuk dan lainnya, koreografer ini akan berusaha sendiri berbulan-bulan untuk membentuk mereka menjadi penari handal, dan ini usahanya agar penarinya dapat menari seperti yang ia inginkan.
5. Ajang FLS2N juga menjadi tempat bagi para koreografer mencari bibit-bibit baru sebagai penari. Koreografer yang diminta sekolah untuk mengajar tarian pastinya menyeleksi anak-anak sekolah itu dengan demikian ia sekaligus mengajak penari tersebut untuk ikut dalam tim keseniannya.
LOYALITAS KETUA TIM
Tim kesenian yang bagus harus dipimpin oleh orang yang loyal terhadap timnya, baik, santun, sabar, jujur, adil dan bijaksana. Ketua it sangat penting perannya, karena kebanyakan tim kesenian memiliki ketua yang menguasai salah satu bidang seni seperti seorang koreografer, komposer, penata artistik, penata rias atau busana. Ia juga seorang yang dapat mengayomi timnya, sebagai pencetus ide-ide artinya ia yang mencari ide dan mengatur timnya agar solid. Ia memberikan tugas kepada individu-individu tim, memberikan kekuasaan pada individu ini untuk menjadi kepala bagian dalam tim, contohnya: apabila ketuanya seorang koreografer maka ia wajib mencari komposer untuk menciptakan musik pada tariannya, demikian juga jika ketuanya seorang komposer maka ia membutuhkan penata busana.
Jika komposer menjadi kepala bagian dalam tim, maka perannya sangat penting dalam satu garapan pertunjukan, demikian juga penata artistik, penata rias dan busana. Masing-masing kepala bagian ini pula yang mencari generasi-generasi muda berbakat dibidangnya untuk dijadikannya personil tim, namun mereka juga harus meminta pertimbangan dari ketua, jika ketua setuju maka personil itu pun menjadi bagian dari tim.
GENERASI MUDA BERKREASI
Tidak mudah menemukan generasi-generasi muda yang menyukai dan berbakat kuat dalam seni tari maupun musik, membutuhkan waktu yang lama untuk mengajari mereka menjadi penari pemusik yang epic. Di masa sekarang penari pria sangat sulit untuk diajak menari karena mindset mereka menari itu identik seorang wanita, dan juga mereka malu bila nanti di ejek teman-teman sekolah, namun ada juga beberapa pria yang suka menari dan menjadi penari profesional. Sedangkan wanita 99% menyukai menari dan langsung siap diajak menari, namun ada bagian-bagian yang harus dipertimbangkan seorang koreografer untuk memilih penari wanita, contohnya: wanita hijab yang tidak mau melepas jilbab untuk menari, dan menjadi tantangan bagi koreografer untuk mencari ide garapan tari yang menggunakan jilbab, demikian juga wanita yang memiliki tubuh yang kaku (membutuhkan latihan itensif) untuk melenturkan tubuhnya, dan kendala-kendala lainnya.
Selain koreografer, komposer, penata rias dan busana, suatu tim juga membutuhkan satu/dua penari atau pemusik profesional dalam timnya, ini untuk meringankan beban koreografer atau komposer atau memudahkan koreografer dalam mentranfer ide-ide garapannya karena penari profesional sangat mudah mengerti keinginan/maksud dari koreografernya (satu jiwa). Penari profesional inilah yang akan mengajarkan gerakan-gerakan dari ide koreografer kepada penari-penari yang lain.
Dalam tim, personil-personil juga harus ditekankan untuk latihan rutin secara itensif, harus memaksakan diri untuk "bisa" namun tetap pada keterbatasannya (tidak berlebih-lebihan). Latihan rutin ini sangat penting karena menghafal gerakan itu cukup sulit apalagi dibutuhkan gerakan-gerakan yang kompak dari seluruh penari. Ide-ide koreogafer juga kadang muncul disaat latihan tersebut secara mendadak atau dikala sebelum hari latihan dan biasanya kreografer tidak bersabar untuk mentranfer idenya kepada para penarinya. Inilah alasan koreografer membutuhkan tangan kanan dalam penarinya yang mengerti maksud dalam hatinya.
Selain latihan yang serius, sifat lain yang harus ditonjolkan adalah koreografer yang suka bercanda, ini untuk menenangkan dan menyegarkan suasana penari yang lelah agar tim semakin merasakan suasana kekeluargaan. Kadang makan bersama pun semakin mempererat hubungan dalam tim. Bercanda, bersenda gurau disela-sela latihan dapat mengikat hati satu dengan yang lainnya.
Selain latihan yang serius, sifat lain yang harus ditonjolkan adalah koreografer yang suka bercanda, ini untuk menenangkan dan menyegarkan suasana penari yang lelah agar tim semakin merasakan suasana kekeluargaan. Kadang makan bersama pun semakin mempererat hubungan dalam tim. Bercanda, bersenda gurau disela-sela latihan dapat mengikat hati satu dengan yang lainnya.
Koreografer dan komposer harus tahu sifat-sifat dari penari dan pemusiknya agar mudah dinetralisir apabila ada kejadian yang tidak mengenakkan, seperti penari/pemusik yang tempramental, ga sabaran, gegabah, telat mikir dan sebagainya. Mengetahui sifat-siat anggota ini sangat penting untuk diketahui, karena ada sebagian anggota yang tanpa sengaja mengucapkan kata-kata yang menyinggung temannya, maka koreografer/komposer dapat mencegah kejadian-kejadian yang bakal tidak diinginkan.
Di sela-sela waktu, ada kalanya koreografer dan komposer berkumpul bersama tim membicarakan tujuan dan semangat dari latihan, mempersilahkan juga kepada semuanya untuk mengeluarkan uneg-unegnya dan memberikan keleluasaan kepada mereka untuk menyampaikan ide-ide yang membangun untuk tim, mempererat persaudaraan adalah yang paling utama.
Sudah menjadi hal yang wajar di antara tim ada yang memiliki sifat manja, anak mama, iri dengki, nyebelin, dan sebagainya. Ini hal yang wajar karena sifat wanita itu berbeda-beda, kuncinya hanya satu munculkan di tiap latihan itu kebersamaan dan berusahanya untuk mencegah sifat-sifat berlebihan mereka itu agar tidak muncul.
Demikianlah sekelumit cara-cara menjadikan tim kesenianmu menjadi solid, mudah-mudahan dilain waktu ada tambahan yang dapat saya perbanyak lagi pada tulisan ini, TERIMA KASIH...
penulis: Agus Yaman
Sudah menjadi hal yang wajar di antara tim ada yang memiliki sifat manja, anak mama, iri dengki, nyebelin, dan sebagainya. Ini hal yang wajar karena sifat wanita itu berbeda-beda, kuncinya hanya satu munculkan di tiap latihan itu kebersamaan dan berusahanya untuk mencegah sifat-sifat berlebihan mereka itu agar tidak muncul.
Demikianlah sekelumit cara-cara menjadikan tim kesenianmu menjadi solid, mudah-mudahan dilain waktu ada tambahan yang dapat saya perbanyak lagi pada tulisan ini, TERIMA KASIH...
penulis: Agus Yaman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar