Sebagai koreografer, komposer atau penata artistik ataupun seniman-seniman yang ahli dibidangnya bila memiliki murid-murid/generasi muda penyuka seni budaya ajarlah mereka dengan baik dan benar karena kita tidak akan tahu akan jadi apa mereka nanti. Jika mereka menjadi presiden Republik ini sudah pasti ia meningkatkan pembangunan di bidang seni budaya karena Indonesia ini kaya akan seni budayanya. Jika ia menjadi Menteri Kebudayaan maka akan lestari seni budaya kita, demikian juga ia menjadi gubernur atau bupati, bila ia tekun ia mampu menjadi seniman kelas dunia dan mempromosikan seni budaya Indonesia karena ia adalah aset bangsa.
Bisa saja kesukaan mereka pada bidang yang ia geluti sedari kecil akan menjadi penopang utama masa depannya, sebagai contoh menyukai bidang seni tari, maka semakin bertambah usianya semakin cinta ia pada seni tari dan ilmu pengetahuan seni budayanya akan bertambah.
Biasanya generasi muda di daerah-daerah terpencil selesai Sekolah Menengah Atas mereka bercita-cita ingin melanjutkan kuliah di Universitas atau Institut Kesenian di kota-kota besar Indonesia dan mengambil bidang seni tari atau seni pertunjukan lainnya. Dalam kurun waktu minimal 3,5 - 4 tahun ia dapat menyelesaikan kuliahnya dengan nilai yang baik beserta ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang ia dapatkan. Pengalaman ini ia dapat dari ujian praktek di universitas atau karena seringnya diajak teman-temannya untuk pentas seni pertunjukan.
Selesai kuliah kebanyakan dari mereka akan kembali ke daerah asalnya mencari pekerjaan sebagai pegawai honorer, guru honorer dan ikut test PNS. Disinilah ia mulai belajar untuk mandiri, dalam mengisi hari-hari kosong ia bisa kembali menari kepada koreografernya yang dulu atau pun ia akan membangun karakter tariannya sendiri, dari ilmu yang ia dapatkan. Ini dilakukan sembari menunggu panggilan pekerjaan, bahkan mereka juga akan membangun sanggar seni sendiri, jika ini terjadi maka ia sudah menjadi saingan dalam bisnis hiburan seni didaerahnya, namun saya tidak mengajak anda untuk berfikiran negatif pada persaingan ini karena ini merupakan perkembangan dari pembangunan dan Sumber Daya Manusia. Ia akan membangkitkan semangat cinta seni budaya pada generasi-generasi muda lainnya dan ini akan memajukan seni budaya daerahnya.
Jika ada festival atau parade tari di daerahnya bisa saja dalam festival atau lomba tari tersebut ikut hadir sanggar seni yang pernah menaunginya, koreografer yang dulu pernah mengajarinya menjadi lawan dalam festival tersebut, dan disini saya yakin tidak ada kesombongan dalam dirinya walau harus melawan gurunya dulu. Disinilah ia akan menunjukkan ilmu-ilmu yang ia dapat dari sekolahnya dulu dan berikut ini suka duka saat menghadapi hal ini
1. Jika dulu koreografer berlaku baik kepadanya maka akan terjadi temu kangen, saling bertanya dan saling bercerita saling tertawa mengingat masa lalu dan pembicaraan untuk masa depan.
2. Akan terjadi sedikit ketegangan jika dulu koreografer tidak begitu memperdulikan dirinya, pertemuan akan sedikit hambar, hanya saling menyapa dan salaman kemudian tanding.
3. Ada rasa cemas sendiri dalam hati koreografer dan mantan muridnya tersebut apa yang menjadi hasil festival nanti. Sedangkan koreografer akan besar rasa penasarannya terhadap karya tari mantan muridnya karena sendikit banyak berkat dia lah muridnya menjadi seorang pecinta seni tari.
4. Mantan murid akan sedikt berasa enggan untuk berlomba dengan koreografernya dulu namun sedikit banyak ia ingin menunjukkan hasil sekolahnya selama ini, dan mungkin masih banyak suka duka yang akan terjadi.
Ada kejadian-kejadian unik yang terjadi didaerah-daerah, mantan penari menjadi juri pada festival tari yang diikuti sanggar-sanggar atau sekolahannya dulu, dan ini akan menjadi boomerang bagi juri, sedikit banyak si koreografer akan berharap mantan penari sanggarnya memenangkan dirinya. Namun hal ini tidak akan berlaku pada juri yang berjiwa keras, berjiwa seni tinggi, menjunjung kejujuran. Dan tak jarang pula kejadian menyakitkan akan terjadi pada para juri kala sanggar yang dulu pernah dibantunya kalah. Ungkapan-ungkapan kasar, perkataan yang tidak masuk diakal, cemoohan dan ejekan akan dilontarkan pada para juri padahal bila dilihat detail apa untungnya mengejek juri? Apa untungnya bagi juri menilai siapa yang menang dan kalah, lah honorarium sebagai juri tidak cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Kebanggaan juri adalah saat menilai yang terbaik dari garapan yang terbaik, dan ilmu juri semakin bertambah dalam melihat karya-karya orang lain dan ini adalah pelajaran yang paling berharga dapat melihat garapan tari pada masa sekarang ini.
Ada kejadian-kejadian unik yang terjadi didaerah-daerah, mantan penari menjadi juri pada festival tari yang diikuti sanggar-sanggar atau sekolahannya dulu, dan ini akan menjadi boomerang bagi juri, sedikit banyak si koreografer akan berharap mantan penari sanggarnya memenangkan dirinya. Namun hal ini tidak akan berlaku pada juri yang berjiwa keras, berjiwa seni tinggi, menjunjung kejujuran. Dan tak jarang pula kejadian menyakitkan akan terjadi pada para juri kala sanggar yang dulu pernah dibantunya kalah. Ungkapan-ungkapan kasar, perkataan yang tidak masuk diakal, cemoohan dan ejekan akan dilontarkan pada para juri padahal bila dilihat detail apa untungnya mengejek juri? Apa untungnya bagi juri menilai siapa yang menang dan kalah, lah honorarium sebagai juri tidak cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari. Kebanggaan juri adalah saat menilai yang terbaik dari garapan yang terbaik, dan ilmu juri semakin bertambah dalam melihat karya-karya orang lain dan ini adalah pelajaran yang paling berharga dapat melihat garapan tari pada masa sekarang ini.
Dari segi pengalaman, koreografer lebih unggul membentuk orang yang dari tidak tahu apa-apa menari menjadi tahu menari dan mengenal seni tradisional daerahnya, demikian juga dalam menata tarian, gerakan-gerakan tradisional daerahnya, busana, properti dan sebagainya, namun tidak bisa menutup kemungkinan kecerdasan mantan murid bila di atas rata-rata, artinya ilmu pelajaran, lingkungan selama ini yang mengajarinya menjadi penari profesional memiliki kelebihan tertentu.
Perlu diingat, jaman memiliki peranan penting dalam seni pertunjukan. Mantan murid tersebut berada pada jamannya, mungkin demikian juga yang telah terjadi pada sang koreografer, guru sang koreografer mungkin pernah ia kalahkan dalam festval tari karena saat itu jamannya koreografer kala muda. Demikian juga sekarang, mantan penari itu berada pada jaman sekarang yang pastinya garapan tariannya mengacu pada keinginan di masa sekarang namun tidak meninggalkan karakter daerahnya. Namun jika berpatokan pada kalimat "Dunia ini berputar kadang dibawah kadang diatas" apapun bisa terjadi, pengalaman mengalahkan jaman dan jaman mengalahkan pengalaman.
Perlu diingat, jaman memiliki peranan penting dalam seni pertunjukan. Mantan murid tersebut berada pada jamannya, mungkin demikian juga yang telah terjadi pada sang koreografer, guru sang koreografer mungkin pernah ia kalahkan dalam festval tari karena saat itu jamannya koreografer kala muda. Demikian juga sekarang, mantan penari itu berada pada jaman sekarang yang pastinya garapan tariannya mengacu pada keinginan di masa sekarang namun tidak meninggalkan karakter daerahnya. Namun jika berpatokan pada kalimat "Dunia ini berputar kadang dibawah kadang diatas" apapun bisa terjadi, pengalaman mengalahkan jaman dan jaman mengalahkan pengalaman.
Jadi penciptaan maha karya tari itu adalah peranan jaman juga, namun karena peninggalan jamanlah tari-tari dahulu menjadi tari tradisional dan maha karya itu mahal karena si penciptanya telah tiada atau ada yang berani membeli sebuah karya begitu mahal yang akhirnya membuat gempar dunia seni. Masih banyak dari sudut-sudut pandang dalam menilai sebuah karya tari dan semua diserahkan pada penonton dan penikmat seni.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar