| ilustrasi (foto:agusyaman) |
Ironis saat seseorang mengkambing hitamkan oleh orang lain. Padahal dalam proses sosial, masyarakat dikehendaki untuk hidup secara netral, profesional, jujur dan bertanggungjawab.
Tidak perlu mencari tahu kenapa orang rela menciptakan pengkambing hitaman orang lain, tindakan yang menyatakan orang lain/kelompok orang yang bertanggungjawab atas berbagai masalah. pastinya untuk menjaga nama baiknya, takut disalahkan dan karena harta benda.
Pertanyaannya adalah apakah untuk menjaga nama baik ia mengkambing hitamkan orang lain yang tidak bersalah?, dan semakin menambah buruk nama baiknya?, atau seseorang rela dikambing hitamkan karena bayaran?
Orang-orang yang curang ini harus diakui jika peran mereka sebagai orang yang memonopoli nasib orang lain sangat berani. Biasanya ia melakukan kepada orang-orang yang berada di bawah tingkatnya.
Kambing hitam atau orang yang dipilih untuk dituduh sebagai penyebab atas suatu bencana muncul akibat/dibentuk berdasarkan ketakutan yang amat sangat.
Perasaan takut disalahkan atau takut di hukum. Mengaku bersalah tidak akan tercipta dalam dirinya jika perasaan untuk jujur belum terbangun.
Untuk itu, masalah kejujuran seperti kalimat "saya bersalah" merupakan komponen/unsur dari ajaran agama. Unsur terpenting inilah yang mampu menciptakan kenyamanan bagi banyak orang. Namun unsur ini pula yang sangat sulit keluar dari mulut manusia.
Jika seseorang berkata, "saya bersalah", maka ia tidak boleh diabaikan begitu saja, karena ia membutuhkan keberanian untuk mengutarakannya.
Tercipta dari kesungguhan hati, dan jangan di jawab dengan kalimat "percuma" karena bisa saja menjadi bumerang atau karma pada diri kita. Maafkan ia dan serahkan semua kesalahannya pada hukum dunia dan akhirat.
Kejujuran adalah suatu konsep dalam rangka menciptakan hubungan antar manusia dalam bermasyarakat.
Namun kejujuran sebagian orang di anggap hanya konsep "kebaikan dari ajaran agama" dan tidak berlaku untuk menjadi kaya dan bahagia di dunia. Bahkan kejujuran itu tanpa makna tatkala seseorang tidak mau mengambilnya sebagai pelajaran hidup menuju hari tuanya.
Dalam hidup bermasyarakat, tingkat kejujuran adalah salah satu nilai sosial yang tertinggi, karena jika tidak dibangun/dipertahankan kejujuran itu, maka kejahatanlah berada di tingkat tertingginya yang pastinya merugikan kita semua dan ini harus menjadi fokus utama bagi kita semua untuk terus berlaku jujur.
Metafora kambing hitam yang terbangun sejak dulu selalu memunculkan sensitivitas terhadap kehidupan sosial, apalagi pengkambing hitaman agama, etnis, dan region, ini sangat rentan akan perselisihan. Harus lebih kita perhatikan agar kita tidak tersulut emosi yang pastinya merugikan kita dalam waktu yang panjang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar