Translate

Minggu, 01 September 2019

Tari Legenda Kota Kapur


Kedua kalinya namun berbeda bentuk tarian seniman-seniman tari dan musik dari Sanggar Seni Rebang Emas Sungailiat Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggarap tarian kreasi yang terinspirasi dari prasasti Kota Kapur yang dibuat pada masa kerajaan Sriwijaya. 
Dulu, pada pertama kalinya sanggar seni Rebang Emas membuat tari dari tema prasasti Kota Kapur dengan judul "Waisakha" yang mengisahkan terbentuknya prasasti Kota Kapur pada tahun saka. Kemudian tari yang kedua berjudul Legenda Kota Kapur yang menceritakan jika dusun Kota Kapur berada di pesisir barat Pulau Bangka merupakan tempat ditemukannya tiang batu bersurat yang merupakan prasasti pertama mengenai SriwijayaŚrīwijaya adalah nama sebuah kerajaan di Sumatra pada abad ke-7 Masehi, suatu kerajaan yang kuat dan pernah menguasai bagian barat Nusantara, Semenanjung Malaya, Thailand bagian selatan, menguasai bagian selatan Sumatra, Pulau Bangka Belitung dan LampungPrasasti ini menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menyerang "Bhumi Jawa" yang tidak mau tunduk kepada Sriwijaya.
Tari ini digarap kurang dari 2 bulan, tepatnya sejak tanggal 16 Juli 2019 s/d 29 Agustus 2019,  tarian ini masih butuh banyak perubahan dan pemantapan mulai dari properti, busana, asesoris, garapan tari dan musik, namun dalam pembuatan tari kurang dari 2 bulan tersebut sudah mereka pentaskan pada ajang festival "Bekesah" yang diselenggarakan kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat dan mendapatkan predikat sebagai penyaji unggulan 1, penata tari terbaik, penata musik terbaik, dan penata rias dan busana terbaik. Tarian ini mereka katakan akan terus berproses hingga mencapai hasil yang maksimal sebagai tarian pertama di Bangka Belitung yang mengangkat kisah prasasti Kota Kapur kerajaan Sriwijaya dan siap bila ada permintaan untuk menarikan tarian ini dan siap bila ada festival-festival tari daerah lainnya dengan garapan dan versi terbarukan.
Walaupun tarian ini jauh dari kebiasaan sanggar-sanggar di Bangka Belitung dalam menggarap tarian, Sanggar Rebang Emas ingin keluar dari kebiasaan itu, mereka ingin mencoba sesuatu yang baru namun dalam gerakan tarian ini masih menggunakan beberapa tehnik gerak tari tradisional Kedidi dan silat Kedidi Bangka. Adapun sumber cerita tari ini dari BUKU PULAU BANGKA DAN BUDAYANYA, jilid 3, tahun 1986 dengan para penari 10 orang antara lain: Illiyyiin Dyanti, Dewi Dheandra Sonia, Laras Widya Lestari, Tinka Mutiara Putri, Hilda Sizzratin, Rio Fendy Leo Saputra, Devina Rahmawati Insani, Debby Dwi Amelia, Fildzah Kantari, Rino Al Zaidi. Para Pemusik 5 orang antara lain : Andhika putu Sunarya, Dodi Kurniawan, Guntur Gustika Arifiandi, Alfas Sandhy, Rendy Novian. Penanggung Jawab: M. Agus Yaman S.I.Kom. Dalam komunitas Sanggar Seni Rebang Emas.


Dikatakan oleh mereka untuk tetap latihan rutin dan tetap berproses dalam penyempurnaan tarian ini, puas itu adalah karena ide garapan sudah diakui namun garapannya masih jauh dari harapan, untuk itu diperlukan pembenahan-pembenahan agar mencapai hasil yang maksimal. Tak ada gading yang tak retak.

penulis: Agus Yaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar